bdadinfo.com

Dasar Muka Dua! AI Muncul untuk Mudahkan Pekerja Sekaligus Ancaman PHK, Maunya Apa? - News

Ilustrasi - Kecerdasan buatan memang digunakan untuk software engineering juga mengancam praktik kerja jurnalis atau media massa. Adanya sistem otomatisasi ini membuat AI bisa menulis berita layaknya jurnalis.

 

- Hadir dan berkembangnya kecerdasan buatan atau biasa disebut Artifical Intelligence (AI) seperti muka dua dan harus diakui kalau AI sangat mendukung kemudahan dalam bekerja.

Sebaliknya, untuk beberapa tahun terakhir banyak sekali perusahaan besar yang merencanakan pengurangan pegawai sebagai salah satu dampak dari transisi AI.

Dilansir dari berbagai sumber, pada 18 Juni 2024, menurut survei yang dilakukan oleh perusahaan AS Challenger Gray, munculnya AI tentu memberikan ancaman kepada pekerja kantoran.

Baca Juga: Jokowi Nggak Main-main! Bangun Bandara Udara Baru IKN Terbesar di Asia Mampu Didarati Pesawat Berbadan Besar Jenis Boeing 777-300 ER dan Airbus A380

Pekerja kantor di berbagai bidang, seperti programmer, manajemen perusahaan, akuntan, keuangan, bahkan konsultan telah menghadapi risiko perpindahan pekerjaan karena otomatisasi.

Perusahaan-perusahaan yang ada di Amerika Serikat misalnya, disana melakukan PHK 82.307 orang pada Januari 2024. Keadaan ini meningkat sebesar 136 persen jika dibandingkan pada Desember 2023.

Sementara di Indonesia, hadirnya AI juga akan menghapus 80 juta lapangan pekerjaan terlepas terdapat beberapa jenis pekerjaan baru yang dibutuhkan.

Baca Juga: Diunggulkan untuk Menang, Ukraina Malah Melempem dan Kalah Telak dari Rumania!

"Seiring perkembangan teknologi yang semakin cepat, terdapat 80 juta lapangan kerja yang akan hilang. Sementara dilain hal, ada penambahan 67 pekerjaan yang diperlukan," kata Plh. Deputi IV Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Musdhalifah Machmud, ketika Media Briefing: Perkembangan Kebijakan Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan dan UMKM, di Jakarta.

Asisten Deputi Peningkatan Produktivitas Tenaga Kerja Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Chairul Saleh, menyatakan bahwa tidak ada yang bisa memastikan 80 juta lapangan kerja menghilang.

Sebab, melihat teknologi saat ini berkembang sangat pesat bahkan industri-industri yang bergerak di bidang teknologi belum mampu menyerap masifnya perkembangan AI.

Terdapat beberapa pekerjaan yang sudah tergeser dengan adanya AI, misalnya di industri keuangan seperti teller di perbankan yang sudah digantikan oleh mesin-mesin ATM, kasir toko yang digantikan dompet digital seiring dengan masifnya cashless.

Bahkan supir atau driver pun kemungkinan akan kehilangan pekerjaanya, karena adanya mobil autopilot.

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat