bdadinfo.com

Aktif Antisipasi Banjir, Pj Wako Padang Apresiasi BWS Sumatera V Bangun Sistem Polder di Bantaran Sungai Batang Kandis - News

Pj Wako Padang Andree Algamar didampingi Kepala Dinas PUPR Tri Hadiyanto, di Lubuk Buaya, Jumat, 21 Juni 2024. (Humas Pemko Padang )

- Pj Wali Kota Padang Andree Algamar mengapresiasi upaya pemerintah pusat melalui BWS Sumatera V dalam menanggulangi banjir di Kelurahan Lubuk Buaya. Salah satunya dengan membangun sistem polder di bantaran Sungai Batang Kandis.

"Kita tahu curah hujan yang tinggi sering mengancam Kota Padang dengan bencana hidrometrologi, ini perlu penanganan yang maksimal. Apresiasi kita sampaikan kepada pemerintah pusat melalui BWS Sumatera V, yang pro aktif mencarikan solusi masalah ini," ujarnya didampingi Kepala Dinas PUPR Tri Hadiyanto, di Lubuk Buaya, Jumat, 21 Juni 2024.

Ia berpesan kepada seluruh masyarakat Kota Padang agar bisa memahami dan mengerti kondisi sekitar saat pengerjaan sungai. Harapannya, dengan bantuan BWS Sumatera V permasalahan banjir dan genangan air di wilayah itu segera tuntas.

Baca Juga: Sambut Peringatan HUT Bhayangkara ke-78, Pj Wako Padang Ikuti Fun Walk Bersama Kapolda Sumbar

Lebih lanjut, Kepala BWS Sumatera V Dian Almakruuf menyebutkan pengerjaan di sekitar bantaran Sungai Batang Kandis merupakan upaya pengendalian banjir pada sungai orde 1 di Kota Padang.

"Ada lima sungai orde satu di Kota Padang salah satunya Batang kandis. Nanti akan dibangun sistem polder yang akan menampung air dari drainase masyarakat," tuturnya.

Kemudian air itu dipompa, sehingga saat kondisi pasang air laut, air orde satu bisa tembus leluasa. Lalu, air orde dibawahnya tertahan dan ini akan masuk ke polder dan dipompa.

Baca Juga: Rutin Gelar Turnamen Bulutangkis Setiap Tahun, Pj Wako Padang Puji PB Sumatera Jaya

Dian menyebut keadaan ini akan mampu mengurangi banjir atau genangan yang selama ini terjadi di daerah itu.

"Pengerjaan dilakukan selama 630 hari dengan total panjang sungai 3,2 kilometer, berakhir September 2025 kalau tidak ada perpanjangan. Saat ini progressnya masih 10 persen," tuturnya. ***

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat