bdadinfo.com

Sesuatu yang Sudah Patah Memang Tak Bisa Kembali, Waktunya Move On dari Patah Harapan dengan Filosofi Kintsugi! - News

Ilustrasi - Filosofi Kintsugi

- Manusia bersama permasalahan kehidupannya selalu menarik untuk dibahas, karena dari situlah kita paham bahwa kita tidak hidup sendirian.

Kita bisa membaca dan berkaca dari kehidupan orang lain, perasaan dan permasalahan yang sedang kita hadapi mungkin juga pernah mereka alami.

Bahagia dan sedih datang secara bergantian. Namun, ada kalanya kita alpha. Kita lupa untuk menikmati sejenak momen yang hadir saat ini.

Baca Juga: Fadly Amran Bertemu dengan Kongsi Kematian dan Berbagai Organisasi Masyarakat Ulak Karang

Jika perasaan sedih dan kecewa sedang kita rasakan, bukan berarti selalu ada yang salah dalam diri kita atau dari apa yang sudah kita lakukan.

Pernah dengar istilah "hati yang terlanjur patah tidak akan bisa kembali lagi", apakah benar sesuatu yang sudah patah tidak akan terlihat utuh dan indah lagi?

Cerita tentang Kinstugi muncul sejak abad ke-15, seorang militer Jepang bernama Shogun Ashikaga Yoshimasa secara tidak sengaja menjatuhkan cangkir teh favoritnya yang mahal.

Kemudian, ia mengirimkan cangkir tersebut ke Cina guna diperbaiki, namun perbaikannya hanya distaples dengan plat besi yang membuat Yoshimasa kecewa karena cangkirnya tidak lagi indah.

Baca Juga: Jokowi Minta Maaf! Laporan Pembangunan Tol Jambi-Palembang Molor, Seksi 4 Dikebut Malah Seksi 3 Mundur Tidak Sesuai dengan Kenyataan

Selanjutnya, Yoshimasa meminta seniman terbaik di Jepang untuk menghubungkan dengan sesuatu yang lebih indah, apapun caranya.

Si seniman Jepang tersebut mencairkan emas untuk menyatukan pecahan cangkir tersebut, hasilnya cangkir kesayangan Yoshimasa terlihat lebih indah dibandingkan dengan aslinya.

Melansir dari azumiuchitani.com, pada 8 Juli 2024, akhirnya, seni Kintsugi menjadi populer dengan membuat barang pecah belah menjadi indah, bahkan lebih indah dari sebelumnya.

Dari Kintsugi ini kita bisa mengambil filosofi untuk diterapkan dalam kehidupan. Cangkir yang indah itu ibarat kehidupan yang kita inginkan, namun ketika cangkir itu terjatuh, itu adalah diluar kendali kita.

Baca Juga: Kembali Menang Setelah 2,5 Tahun, Lewis Hamilton Tidak Bisa Menahan Rasa Tangisnya

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat