bdadinfo.com

Hampir Jadi Mahyeldi-Vasco, Audy Joinaldy Kemana? - News

Hampir Jadi Mahyeldi- Vasco, Audy Joinaldy Kemana?

- Hembusan kabar tentang bersatunya koalisi besar ini di Pilgub Sumatera Barat semakin kuat yaitu PKS dan Gerindra terbukti dengan beberapa foto-foto pertemuan antara petinggi-petinggi kedua partai yang menduduki pimpinan di DPRD Provinsi Sumatera Barat ini.

Seperti yang kita ketahui hubungan Mahyeldi dan Audy Joinaldy keliatan sangat harmonis bahkan sampai penghujung periode ini, tidak ada tanda-tanda keretakan hubungan antara Ketua DPW PKS Sumbar ini dan Ketua DPP PPP ini.

Baca Juga: Paten! Berkat Tangan Dingin Jokowi Ruas Tol JORR 2 Tersambung Seluruhnya Usai Jalan Tol Cimanggis-Cibitung Diresmikan, Apa Untungnya Buat Jakarta?

Di periode kepemimpinan Mahyeldi dan Audy Joinaldy pun di data yang di rilis oleh BPS kepuasaan publik pun sangat tinggi kepada capaian pemerintah dibawah kepemimpinan Mahyeldi-Audy ini.

Tapi kenapa akhirnya Mahyeldi memutuskan untuk berpasangan dengan Vasco Ruseimy politisi muda kebanggaan DPP Gerindra yang juga sudah terkenal dengan kanal youtube nya yaitu Macan Idealis.

Baca Juga: Makin Lancar Jaya! Tol Cimanggis-Cibitung Bakal Pangkas Perjalanan Jadi Cuma 30 Menit, Siap Mulai Beroperasi Hari Ini Masih Gratis

Lantas dengan berkoalisinya PKS dan Gerindra, kemanakah langkah Audy Joinaldy? apakah politisi PPP ini maju menjadi BA 1 untuk berkompetisi melawan Mahyeldi atau Audy kembali menjadi pengusaha dan menepi dari politik Sumatera Barat.

Pengamat politik dari Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat, Didi Rahmadi mengatakan kemungkinan Buya Mahyeldi berpasangan dengan Vasco merupakan sebuah realitas politik.

"Rencana deklarasi Mahyeldi - Vasko Sah-sah saja, dan harus dilihat sebagai sebuah realitas politik sumbar. Meski, kalau dilihat dari pilihan, mungkin Vasko bukan pilihan yang langsung datang dari Buya, seperti pada saat Pilkada 2019 yang lalu. Namun, benang merahnya tetap sama yaitu di dasarkan kepada koalisi pragmatis," kata ketua jurusan Ilmu Politik UMSB tersebut saat dihubungi , Minggu (7/7/24).

Lebih lanjut Didi mengatakan bahwa ada misi pembangunan dalam rencana pasangan Mahyeldi-Vasco mengingat Gerindra sebagai partai penguasa di tingkat pusat.

"Harus kita akui, kebijakan pembangunan di Sumatera Barat tidak begitu mengembirakan dan terkesan jalan ditempat. hal ini disebabkan, dana pembangunan yang bersumber dari pendapatan asli daerah tidak cukup, dan tentunya menjadi harus bergantung dari sumber pendanaan pusat. Apalagi, konstelasi politik pusat sering sekali berpengaruh terhadap akses gelontoran dana pembangunan yang bersumber dari pemerintah pusat karena dianggap Sumbar bukan pemilih Jokowi. Melihat dari pengalaman tersebut, mungkin ini salah satu alasan pasangan ini bisa terwujud, agar Sumbar mendapatkan perhatian lebih dari pemerintahan yang baru apabila menggandeng kader gerindra menjadi wakil gubernur. Tentu bagi gerindra sendiri, ini menjadi langkah awal mempertegas eksistensi Gerindra di Sumbar sekaligus ajang pembuktian Sumbar sebagai basis pemilih Partai Gerindra. Perlu diingat, Partai Gerindra tampil sebagai Partai kedua dengan jumlah suara terbanyak pada pileg 2024," sambungnya.

Disamping itu, Didi juga mengatakan langkah yang diambil Gerindra juga berkaitan dengan realitas politik saat ini, mengingat elektabilitas Buya Mahyeldi masih cukup tinggi.

"Saya kira koalisi untuk pilgub sumbar akan didasarkan pada realitas elektabilitas kandidat. Saat ini Mahyeldi masih menjadi kandidat terkuat, dan beberapa nama yang mencoba masuk, belum mampu mengalahkan elektabilitas Buya. beberapa nama tersebut, malah sudah ada yang menyatakan mundur sehingga menyisakan nama seperti Epyardi Asda. tentu EA, pasti akan berhitung dan butuh strategi jitu untuk bisa menandingi Buya dengan waktu 5 bulan tersisa. Saya masih berharap, penantang Buya terus maju sehingga tercipta koalisi tandingan. karena apabila, hanya memikirkan hasil akhir besar kemungkinan Pilgub ini Buya akan ditantang oleh kotak kosong," ujarnya.

Pertanyaan kenapa Audy agak dikesampingkan akademisi UMSB itu juga menilai ada faktor kinerja Audy dan kegagalan Audy dalam membangun kekuatan politik, terutama kekuatan anak muda yang melekat pada di Audy selama ini.

"Saya tidak melihat ada prestasi berarti dari Audy selama dia menjadi wagub. Dia gagal memanfaatkan posisinya sebagai anak muda, pengusaha, cerdas sekaligus terdidik untuk memajukan Sumbar. dengan pengalamannya 5 tahun berpolitik, saya kira bijak kalau dia berpikir ulang untuk terus maju dalam Pilkada 2024. Apalagi PPP yang mengusungnya pada Pilkada lalu gagal lolos ke Parlemen, tentu ini menjadi lebih berat lagi bagi Audy karena sudah pasti biaya politiknya akan lebih mahal," kata Didi lebih lanjut.***

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat