bdadinfo.com

Dibangun di Atas Tanah Lunak, Konstruksi Jalan Tol Semarang – Demak Tak Bisa Pakai Sembarang Teknologi: Pantas Saja Progresnya Berjalan Lamban - News

Dibangun di Atas Tanah Lunak, Konstruksi Jalan Tol Semarang – Demak Tak Bisa Pakai Sembarang Teknologi: Pantas Saja Progresnya Berjalan Lamban (hutamakarya.com)

– Pembangunan jalan tol di suatu wilayah dapat terselesaikan dengan cepat atau lamban.

Jika progres konstruksinya lamban, beberapa faktor bisa menjadi penyebabnya.

Untuk jalan tol Semarang – Demak yang berada di Jawa Tengah ini kendala utamanya adalah karena jalan tol tersebut dibangun di atas tanah yang lunak.

Baca Juga: Jika Konstruksi Jalan Tol Semarang - Demak Rampung Cepat, Kemacetan di Jalan Pantura Jawa Bakal Teratasi: Ekonomi Jawa Tengah Siap Meroket

Untuk itu butuh teknologi yang tepat agar pembangunan bisa berjalan dengan baik dan hasil konstruksi yang juga memuaskan tak asal jadi.

Sebagai informasi, tol Semarang - Demak termasuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN).

Melalui Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2020 tersebut, dibangun atas adanya kebutuhan pengembangan sistem jaringan jalan di wilayah pantai utara Provinsi Jawa Tengah.

Baca Juga: Lengkapi Konektivitas Jaringan Jalan di Jawa Tengah Bagian Utara, Tol Semarang - Demak Jadi Penghubung Macam-macam Kawasan Strategis Berikut Ini 

Juga sebagai solusi adanya permasalahan banjir rob di kota Semarang dan Kabupaten Demak, serta beberapa daerah Pantai Utara Jawa (Pantura) yang disebabkan oleh kombinasi antara perubahan iklim dan penurunan muka tanah.

Jalan tol ini nantinya akan menghubungkan Kota Semarang dengan Kabupaten Demak sepanjang 26,95 km dan terbagi menjadi 2 seksi, yaitu seksi 1 sepanjang 10,39 km dan seksi 2 sepanjang 16,31 km.

Secara fisiografi, Kota Semarang dan kota lainnya yang terletak pada dataran aluvial merupakan hasil endapan yang berasal dari daratan tinggi hasil transportasi melalui sungai-sungai dan gelombang di wilayah pantai.

Baca Juga: Konstruksi Tol di Jawa Tengah Terus Bergulir, Kehadirannya Mampu Jadi Ruas Pelengkap Jalan Nasional Pantura Jawa yang Hubungkan 4 Kota Besar Ini 

Sedimen di dataran aluvial tersebut berasal dari pegunungan Serayu Utara di bagian selatan, dibatasi oleh perbukitan Kendeng di sebelah timur, dan berhadapan dengan Laut Jawa di bagian utara.

Kawasan pantai dicirikan oleh endapan alluvium, lumpur, tumbuhan mangrove, pantai berpasir, dan bebatuan, yang disebut sebagai marine sediment.

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat