bdadinfo.com

Kemenkes: Hepatitis Akut Bisa Menular Lewat Udara, Tetap Pakai Masker - News

Juru Bicara Vaksinasi Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmizi

HARIANHALUAN - Masih banyak yang harus kita pelajari soal hepatitis akut pada anak, terutama mengenai penyebab atau virus yang memicu penyakit ini. WHO mengkategorikannya probable hepatitis akut berat.

"Ada dugaan (penyebabnya) hepatitis virus atau adenovirus yang bermutasi seperti itu. Kedua adalah kita hanya mengetahui kemungkinan besar, selama ini hepatitis banyak menular melalui vital oral, vital oral itu melalui makanan," kata jubir Kemenkes Siti Nadia Tarmizi dikutip dari kumparan.com, Minggu, 15 Mei 2022.

Baca Juga: Kemenkes Temukan 18 Orang Dugaan Kasus Hepatitis Akut, Salah Satunya di Sumatera Barat

Nadia membeberkan cara pencegahan terbaik agar terhindar dari penyakit yang masih misterius ini.

"Jadi makanya upaya pencegahannya satu, tetap menjalankan personal hygiene agar tidak sakit. Artinya cuci tangan, kemudian menerapkan gaya hidup bersih dan sehat, minum air yang sudah matang, melakukan pengelolaan makanan dengan bersih," imbuhnya.

Nadia juga menyoroti pembelajaran tatap muka (PTM) yang saat ini sudah bisa 100 persen. Kantin pun boleh buka.

Baca Juga: Kronologi Bocah Meninggal Diduga Hepatitis Akut, Seluruh Tubuh Kuning Seperti Kunyit

"Jadi sekolah harus memastikan kalau kantin sekolah itu dikelola dengan bersih, menggunakan sarung tangan buat yang menjual makanan dan dipastikan makanan itu adalah makanan yang dibuat dengan air yang bersih," urai dia.

Kemungkinan cara penularan kedua, berdasarkan data dari Inggris itu 92% ditemukan adenovirus pada anak-anak yang menderita hepatitis akut. Dan ini diketahui adanya virus yang biasa menyerang kita. Bisa menimbulkan keluhan saluran pernapasan atas maupun juga keluhan saluran cerna.

"Salah satu dugaan penularan juga melalui udara. Karena itu kita berharap (masyarakat) tetap menjalankan protokol kesehatan dan menggunakan masker," ujarnya.

Dengan menjaga kesehatan pribadi dan memakai masker diharapkan bisa mencegah terkena hepatitis akut.

"Dengan 2 cara ini kita bisa mencegah COVID-19, tapi juga mencegah hepatitis akut khususnya pada anak-anak usia di bawah 1 tahun yang belum bisa mendapatkan vaksin COVID-19," tutur Nadia.

Nadia menambahkan, proteksi badan anak yang belum bisa divaksin COVID harus diistimewakan, terutama di masa pandemi. Selain itu, ia juga mengimbau orang tua segera melengkapi imunisasi dasar anak termasuk vaksinasi hepatitis B.

"Walaupun belum diketahui apakah vaksin hepatitis B itu bisa memberikan proteksi, tetapi setidaknya kita tahu banyak penyakit yang bisa dicegah dengan vaksin. Kita anjurkan untuk segera mendapatkan vaksinasi vaksin hepatitis B pada anak," tutup Nadia. (*)

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat