bdadinfo.com

PKS Tolak Kenaikan Harga Pertamax, Hidayat Nur Wahid: Pemerintah Jangan Merugikan Masyarakat! - News

PKS Tolak Kenaikan Harga Pertamax

- Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR RI) sekaligus Ketua Majelis Syura Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Hidayat Nur Wahid menolak keras kenaikan harga Pertamax yang sebelumnya telah disutujui dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VI DPR RI dengan PT. Pertamina Persero.

Menurutnya, kenaikan harga Pertamax ini sangat-sangat merugikan masyarakat. Hal ini ia sampaikan di dalam akun Twitter pribadi miliknya @hnurwahid dikutip , Kamis 31 Maret 2022.

"PKS Tolak Kenaikan Pertamax. Pemerintah Jangan Merugikan Masyarakat," tulisnya.

Dalam cuitan tersebut Hidayat tampaknya menyinggung pemerintah yang tidak konsisten dalam mengatur harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Baca Juga: Solar Subsidi Langka, Ini Penyebabnya Menurut Mulyanto

"Saat Harga BBM Dunia Turun, Pemerintah Tidak Menurunkan Harga BBM, Tapi Saat Harga Naik, Pemerintah Segera Menaikkan," katanya.

Pada pemberitaan sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengungkapkan bahwa harga bensin Pertamax (RON 92) yang dijual PT Pertamina (Persero) akan naik besok, Jumat, 1 April 2022.

Diketahui, harga Pertamax naik menjadi Rp. 16.000 per liter sementara harga Pertamax hari ini adalah Rp. 9.600 per liternya.

Baca Juga: Beda dengan Statement Ketua MUI Terkait Pedagang Makanan Selama Ramadan, Bukittinggi Masih Miliki Perda

“Komisi VI DPR RI mendukung penyesuaian harga bahan bakar minyak non subsidi yang mengikuti harga keekonomian minyak dunia untuk menjamin kesehatan keuangan Pertamina dalam menjalankan penugasan pemerintah,” tulis salah satu kesimpulan rapat Komisi VI DPR RI yang dibacakan Wakil Ketua Komisi VI DPR, Arya Bima, dikutip dari kanal Youtube Komisi VI DPR RI.

Menyikapi kenaikan harga minyak, PT.Pertamina mengaku hanya melakukan penyesuaian harga pada sejumlah BBM Non Subsidi selain Pertamax. Hal ini disebutkan oleh Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati dalam rapat dengan Komisi VI DPR RI.

Jenis BBM Pertamina yang sebelumnya mengalami penyesuaian harga yakni Pertamax Turbo, Dex Lite dan Pertamina Dex yang volumenya hanya 2 persen dari total penjualan BBM Pertamina. (*)

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat